Sunday

Sutradara film “Merah Putih”, Yadi Sugandi mengungkapkan rasa nasionalisme dan rasa memiliki tanah air sangat kental terasa sejak awal pembuatan film ini hingga seluruh pemain dan kru yang terlibat merasakan kebersamaan dan kekompakan selama proses produksi berlangsung. “Saya bersyukur sekali dalam pembuatan film ini seluruh pemain dan kru bekerja dengan semangat tinggi dan kebersamaan yang luar biasa. Saya tidak tahu kenapa spirit itu begitu besar, mungkin karena ini film perjuangan sehingga mereka menghayati bagaimana sulitnya pada masa dulu merebut kemerdekaan,” kata Yadi kepada ANTARA di Semarang, Senin.
Ia mengatakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, rasa memiliki tanah air dan memiliki bangsa ini mulai luntur. Sebagai seorang sineas, salah satu cara untuk membangkitkan rasa itu adalah melalui media film. “Kecintaan terhadap bangsa ini kok rasanya mulai luntur ya. Sebagian orang mulai ada yang lupa bait atau lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ada pula yang lupa kalau diminta menyebutkan Butir-Butir Pancasila,” katanya.
Melalui film “Merah Putih” lanjut Yadi, ia ingin mengajak penonton untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur yang pernha diajarkan oleh para pejuang kemerdekan. “film ‘Merah Putih’ adalah kisah tentang persatuan yang telah membuat kita berhasil memenangkan kemerdekaan, dam mencoba menelusuri kembali jejak tragedi, roman, humor, serta petualangan para gerilyawan yang berasal dari kelas, etnis, dan agama yang berbeda namun bersatu untuk kemerdekaan Indonesia,” kata pria yang sebelumnya sukses menjadi Penata Gambar film “Laskar Pelangi”, “Under The Tree”, “Tiga Hari untuk Selamanya” dan “The Photograph”.
Film ini dibintangi sederet aktor dan aktris muda yakni Darius Sinathrya, Teuku Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Doni Alamsyah, Zumi Zola, Atiqah Hasiholan, dan Saraswati.”Film ini luar biasa banget buat saya. Ada sebuah kebersamaan yang sangat kuat diantara para pemain, apalagi saya dengan Darius dan yang lainnya sempat mendapat pendidikan militer dulu selama 10 hari sebelum syuting. Di situ kami digembleng habis-habisan dan lambat laun kekompakan dan kebersamaan itu terjalin,” katanya.
Teuku Rifnu Wikana menambahkan, selain melalui pendidikan militer, mereka juga banyak membaca literatur sejarah Indonesia. Sehingga ketika syuting, suasana perang dan keprihatinan dalam penjajahan itu tercipta. “Makanya aku bersyukur banget bertemu dengan para pemain film ini, hubungan emosional sudah terjalin sejak awal, kami sudah seperti keluarga dan hal ini sangat membantu aku untuk menghayati peranku,” ujar Rifnu yang berperan sebagai pemuda Bali bernama Dayan.
“Merah Putih” dibesut dalam format seluloid 35 millimeter dengan tim internasional yang terdiri atas ahli efek khusus (special effects) dan veteran perfilman Hollywood yakni Koordinator efek khusus dari Inggris Adam Howarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Down), Koordinator pemeran pengganti (stunt) Rocky McDonald (Mission Impossible II, The Quiet American).
Make-up dan visual effects oleh Rob Trenton (The Dark Knight), Konsultan ahli persenjataan adalah John Bowring (Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins:Wolverine) dan Asisten Sutradara adalah Mark Knight (December Boys, Beautiful).Memasuki Maret, film sedang dalam tahap syuting di Semarang dan Bandungan, Jawa Tengah. Pengambilan gambar juga dilakukan di Yogyakarta, Jakarta dan Bali, mulai Januari hingga akhir April 2009. Film pertama dari tiga film Trilogi Kemerdekaan, akan siap dirilis pada hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2009.
“Sejauh ini tidak ada banyak kendala selama proses produksi. Hanya soal jadwalnya saja yang berubah-ubah karena kendala cuaca mendung atau hujan dan hampir seluruhnya pengambilan gambar di luar ruangan,” demikian
sumber artikel:
http://www.republika.co.id/berita/36094/Film_Merah_Putih_Menggugah_Nasionalisme_Kebangsaan
Merah Putih The Film Trailer:
Berikut berbagai kutipan informasi Film “Merah Putih”:
Syuting Film Merah Putih, Lawangsewy Diledakkan
Semarang, CyberNews. Adam Howarth terlihat sibuk. Ahli efek khusus asal Inggris itu mondar-mandir di dalam Gedung Lawangsewu, kawasan Tugumuda, Semarang, Selasa (10/3) siang. Sesekali ia memeriksa bahan peledak yang telah tertata di lantai II. Lain waktu memberi instruksi para pekerja membuat material tiruan di salah satu ruangan. Howarth tengah mempersiapkan peledakan Lawangsewu. Ledakan itu dibuat untuk kepentingan syuting film Merah Putih besutan sutradara Yadi Sugandi.
Agastya Kandou Rela Berkorban Demi Film Perang
Ini masih tentang pengorbanan. Kali ini cerita dari seorang pelakon dalam film perang, yakni Agastya Kandou. Saat pembuatan film Merah Putih beberapa waktu lalu dia mengalami kejadian yang membuatnya berkorban lebih keras ketimbang biasanya. Pengorbanan macam apa?
Merah Putih Di Lawang Sewu
Kota Semarang nan tenang mendadak jadi panas membara. Macam itulah pemandangan yang terasa tatkala saya memasuki kawasan Lawang Sewu pekan kedua di bulan Maret silam. Belasan pria bule berstelan loreng lalu lalang menyandang senapan. Sekilas memang mirip serdadu kolonial londo. Belakangan diketahui, gedung lawas ini sudah disulap menjadi markas tentara Belanda pada masa kolonial. Memangnya ada apa sih?
Ario Bayu Serasa Déjà vu di Lawang Sewu
Salah satu lokasi syuting film Merah Putih adalah di gedung Lawang Sewu. Gedung tua yang terletak di ibukota Jawa Tengah ini ternyata menyimpan kenangan bagi Ario Bayu. Seperti diketahui, aktor yang satu ini juga masuk jajaran pemain yang memperkuat film perang arahan Yadi Sugandi yang rilisnya mulai tanggal 17 Agustus tahun ini.
Atiqah Hasiholan Tak Anggap Enteng Peran Pelacur
Semarang, 10/3 (ANTARA) – Sebagai aktris yang profesional Atiqah Hasiholan tidak pernah menolak peran-peran yang menarik dan menantang, tak terkecuali peran sebagai pelacur.
“Jangan salah, memerankan seorang pelacur dalam film perjuangan berjudul ‘Merah Putih’ itu beda banget ya dengan film-filmku sebelumnya meski perannya sama-sama seorang perempuan penghibur,” katanya kepada wartawan di lokasi syuting film “Merah Putih” di Lawang Sewu, Semarang, Senin malam (9/3).
Atiqah Hasiholan Tak Anggap Enteng Peran PSK
Rabu, 11 Maret 2009 | 04:39 WIB
“Menjadi PSK di film `Merah Putih` ini tidak mudah karena di semua adegan tidak ada kalimat atau dialog yang menyebutkan Lastri adalah bekas PSK. Sehingga aku harus mengeksplorasi aktingku mulai dari cara berjalan sampai cara bicara, ketika orang melihat aku jadi tahu siapa Lastri sebenarnya,” ujar perempuan berambut panjang ini.
Atiqah Hasiholan Tak Anggap Enteng Peran PSK
“Jangan salah, memerankan seorang SPK dalam film perjuangan berjudul `Merah Putih` itu beda banget ya dengan film-filmku sebelumnya meski perannya sama-sama seorang perempuan penghibur,” katanya kepada wartawan di lokasi syuting film “Merah Putih” di Lawang Sewu, Semarang, kemarin.
Atiqah Hasiholan Tak Khawatir ‘Image’ PSK
Selasa, 10 Maret 2009 19:31
Kapanlagi.com – Tidak hanya sekali artis Atiqah Hasiholan mendapatkan peran sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), semenjak aktif di theater, peran tersebut sudah menjadi langganannya. Namun demikian, dirinya mengaku tidak khawatir dengan persepsi penonton atas image PSK, karena profesi itu hanya dilakoninya dalam film saja.
Atiqah Hasiholan: Jadi PSK Itu Tak Mudah
Selasa, 10 Maret 2009 18:27
Kapanlagi.com – Sebagai aktris profesional Atiqah Hasiholan tidak pernah menolak peran-peran yang menarik dan menantang, tidak terkecuali peran sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), dalam film terbarunya MERAH PUTIH.”Jangan salah, memerankan seorang PSK dalam film perjuangan berjudul MERAH PUTIH itu beda banget ya dengan film-filmku sebelumnya, meski perannya sama-sama seorang perempuan penghibur,” katanya kepada wartawan di lokasi syuting film MERAH PUTIH di Lawang Sewu, Semarang, Senin (9/3) kemarin.
Senin, 09/03/2009 10:27 WIB
Behind The Scene Film Merah Putih
Fotografer : Rachman Haryanto
Proses pembuatan film ‘Merah Putih’ Trilogi Kemerdekaan memakan waktu 3 bulan. Mulai Januari hingga April 2009. Film ini rencannya akan dirilis pada hari kemerdekaan RI.
Kamis, 29 Jan 2009 14:39:50
Darius Sinathrya Calon Prajurit ‘Merah Putih’
Kalender baru menunjukkan bulan Januari. Perayaan hari kemerdekaan Indonesia masih lama. Namun Darius Sinathrya sudah sibuk sejak dua minggu lalu. “Gue lagi sibuk syuting film ‘Merah Putih’ temanya kemerdekaan. Di situ gue jadi calon prajurit,” katanya. Saat ditemui di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis 29 Januari 2009, Darius begitu antusias menceritakan proyek barunya itu.
Senin, 09/03/2009 10:27 WIB
Behind The Scene Film Merah Putih
Teuku Rifnu Wikana yang juga sukses dalam film Laskar Pelangi, kembali berakting dalam film ‘Merah Putih’ menjadi Dayan (Suku Bali).
Para Pemain “Merah Putih” Digembleng Militer
Sutradara film “Merah Putih”, Yadi Sugandi mengungkapkan rasa nasionalisme dan rasa memiliki tanah air sangat kental terasa sejak awal pembuatan film ini hingga seluruh pemain dan kru yang terlibat merasakan kebersamaan dan kekompakan selama proses produksi berlangsung.
“Saya bersyukur sekali dalam pembuatan film ini seluruh pemain dan kru bekerja dengan semangat tinggi dan kebersamaan yang luar biasa. Saya tidak tahu kenapa spirit itu begitu besar, mungkin karena ini film perjuangan sehingga mereka menghayati bagaimana sulitnya pada masa dulu merebut kemerdekaan,” demikian kata Yadi kepada wartawan di Semarang, Senin (9/3).
Film ‘Merah Putih’ Menggugah Nasionalisme Kebangsaan
By Republika Newsroom
Senin, 09 Maret 2009 pukul 12:27:00
SEMARANG — Sutradara film “Merah Putih”, Yadi Sugandi mengungkapkan rasa nasionalisme dan rasa memiliki tanah air sangat kental terasa sejak awal pembuatan film ini hingga seluruh pemain dan kru yang terlibat merasakan kebersamaan dan kekompakan selama proses produksi berlangsung. “Saya bersyukur sekali dalam pembuatan film ini seluruh pemain dan kru bekerja dengan semangat tinggi dan kebersamaan yang luar biasa. Saya tidak tahu kenapa spirit itu begitu besar, mungkin karena ini film perjuangan sehingga mereka menghayati bagaimana sulitnya pada masa dulu merebut kemerdekaan,” kata Yadi kepada ANTARA di Semarang, Senin.
‘MERAH PUTIH’ Libatkan Profesional Hollywood
Senin, 09 Maret 2009 15:47
Kapanlagi.com – Film bertema nasionalisme, MERAH PUTIH dalam proses produksinya melibatkan para profesional Hollywood, dengan harapan mendapatkan hasil maksimal. Film yang rencananya akan diproduksi tiga episode itu dibintangi sederet aktor dan aktris muda Indonesia, yaitu Darius Sinathrya, Teuku Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Zumi Zola, Atiqah Hasiholan dan Saraswati.
Syuting Film “Merah Putih” Menyita Perhatian publik
8/03/2009 20:43 WIB oleh ANTARA Sumut
Semarang, 8/3 (ANTARA) – Proses syuting film trilogi tentang perjuangan kemerdekaan berjudul “Merah Putih” di kawasan cagar budaya Lawang Sewu, Minggu siang, menyita perhatian publik Semarang sekitarnya.
Puluhan orang berbondong-bondong menyerbu lokasi yang berada di sekitar Tugu Muda Semarang tersebut. Sebagian besar dari mereka adalah remaja putri dan kaum ibu yang rela berdiri berjam-jam dan berdesakan di halaman Lawang Sewu demi melihat para pemeran film “pujaannya”.


